Langsung ke konten utama

Rafael Struick Berpeluang Bertemu Mata dan Douglas Costa di Liga Australia

 


Sumber foto : instagram@rafaelstruick

    Rafael Struick berpotensi berhadapan dengan Juan Mata dan Douglas Costa dalam kompetisi Liga Australia mendatang. Seperti halnya Struick, Mata dan Costa juga baru bergabung dengan klub-klub Australia.


    Struick diumumkan resmi bergabung dengan Brisbane Roar pada hari Senin (16/9/2024). Ia pindah ke Brisbane Roar dari klub Belanda, ADO Den Haag. Ini akan menjadi klub pertama di luar Belanda bagi pemain Timnas Indonesia ini. Struick, yang berusia 21 tahun, memulai kariernya di klub RKAVV sebelum bergabung dengan akademi ADO Den Haag dan akhirnya naik ke tim utama pada tahun 2023.


    Brisbane Roar merekrut Struick untuk memperkuat tim mereka dalam menghadapi Liga Australia musim 2024/2025, yang akan dimulai pada 18 Oktober 2024. Dalam musim ini, Struick berpeluang berhadapan dengan dua pemain berkelas Eropa, Juan Mata dan Douglas Costa. Sama seperti Struick, Costa juga baru bergabung dengan klub Australia musim ini, yakni Sydney FC dari Fluminense.


    Costa pernah meraih berbagai gelar bergengsi di kompetisi Eropa saat bermain untuk Bayern Munich dan Juventus. Pemain sayap berusia 34 tahun ini telah memenangkan Liga Jerman tiga kali bersama Bayern Munich dan tiga kali merasakan Scudetto bersama Juventus.


    Douglas Costa termasuk dalam kategori Marquee Player di A-League 2024/2025. Marquee Player adalah pemain yang diperbolehkan mendapatkan gaji lebih tinggi dari batas gaji yang ditetapkan oleh Liga Australia. Pada musim ini, A-League memperbolehkan setiap tim memiliki maksimal lima pemain asing bebas ditambah satu pemain non-visa Australia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dino Kuning Nailong: Fenomena Trending di Dunia Mainan

  Sumber foto : Pinterest      Dalam beberapa bulan terakhir, Dino Kuning Nailong telah menjadi fenomena viral yang menghebohkan dunia media sosial. Lebih dari sekadar boneka, Dino Kuning menciptakan gelombang keceriaan yang melibatkan berbagai produk dan merchandise lainnya. Mari kita telusuri apa yang membuat Dino Kuning Nailong begitu istimewa dan mengapa ia berhasil mencuri perhatian banyak orang. Apa Itu Dino Kuning Nailong? Dino Kuning Nailong adalah boneka berbentuk dinosaur berwarna kuning cerah yang didesain dengan ekspresi wajah menggemaskan. Pertama kali muncul dalam sebuah kampanye pemasaran yang kreatif, boneka ini segera menarik perhatian, terutama karena penampilannya yang lucu dan menarik.  Kemeriahan di Media Sosial Kepopuleran Dino Kuning dimulai ketika pengguna media sosial mulai membagikan foto dan video bersamanya. Dari TikTok hingga Instagram, hashtag #DinoKuningNailong menjadi trending topic, dengan berbagai unggahan kreatif yang menampilk...

Peralihan Fungsi Lahan Pertanian di Bali Menjadi Bangunan

 Sumber foto : Pinterest      Perubahan fungsi lahan pertanian yang semakin meluas dan dampaknya terhadap lingkungan terus menjadi sorotan. Bagaimana langkah pemerintah mengatasi masalah ini?      Provinsi Bali, yang dikenal sebagai destinasi wisata populer, mengalami lonjakan jumlah wisatawan mancanegara pada tahun 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat sekitar 625.665 wisatawan asing memasuki Pulau Dewata melalui Bandara Ngurah Rai dan pelabuhan laut. Peningkatan kunjungan ini mendorong permintaan terhadap akomodasi, termasuk hotel, yang jumlahnya meningkat dari 498 pada 2022 menjadi 541 pada 2023. Jumlah kamar hotel juga meningkat, dari 46.302 kamar di 2021 menjadi 52.370 kamar di 2022.      Namun, di balik potensi pendapatan yang meningkat, terdapat dampak signifikan terhadap lahan terbuka hijau, terutama lahan pertanian. Pertumbuhan sektor pariwisata dan infrastruktur pendukungnya menekan eksistensi sawah yang ada....

Sakit Pinggang pada Gen Z: Fenomena yang Perlu Diperhatikan

Sumber foto : Pinterest        Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena sakit pinggang yang melanda generasi Z (Gen Z) semakin sering terdengar. Meskipun dikenal sebagai generasi yang aktif dan tech-savvy, banyak dari mereka yang kini mengeluhkan nyeri pinggang yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Apa yang menyebabkan kondisi ini dan bagaimana cara mengatasinya? Penyebab Sakit Pinggang di Kalangan Gen Z Gaya Hidup Sedentari: Banyak Gen Z yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar, baik untuk bekerja maupun bersosialisasi. Posisi duduk yang tidak ergonomis saat menggunakan laptop atau ponsel dapat menyebabkan ketegangan pada otot pinggang. Kurangnya Aktivitas Fisik: Meskipun olahraga semakin populer, tidak semua Gen Z mengintegrasikan aktivitas fisik dalam rutinitas harian mereka. Kebiasaan duduk lama tanpa diselingi dengan gerakan aktif dapat meningkatkan risiko nyeri pinggang. Kebiasaan Tidur yang Buruk: Tidur dengan posisi yang tidak tepat atau menggunakan ...